Sunday, October 7, 2012

Movie Review: Dark Shadows (2012)

Tahun 1752, Barnabas Collins (Johnny Depp) dikutuk menjadi vampir lalu dikubur hidup-hidup di dalam peti oleh Angelique (Eva Green), penyihir yang cintanya ditolak oleh Barnabas. Dua ratus tahun kemudian, tepatnya tahun 1972, peti tempat Barnabas mendekam ditemukan pada suatu proyek penggalian dan ia terbangun. Ia kembali ke Collins Wood, rumah milik keluarganya, yang saat ini ditinggali oleh keturunan keluarga Collins. Bersama keluarga yang disfungsional itu Barnabas berusaha membangun kembali kejayaan keluarga Collins yang mulai runtuh karena cengkeraman perusahaan Angelique yang ternyata masih hidup.


Film ini khas Tim Burton banget. Film-film sutradara yang satu ini emang lekat dengan tema gothic dan fantasi. Yang pernah aku tonton itu baru Charlie and The Chocolate Factory (2005) dan Corpse Bride (2005). Selain itu ada juga Alice in The Wonderland (2010), Sweeney Todd (2007), dll. Yang udah pernah nonton paling nggak salah satu dari film-film tersebut pasti ngeh lah ya, ada sesuatu yang khas.

Jujur, sebenarnya ini film yang aneh dan creepy. Hahaha. Cukup banyak adegan-adegan yang bikin mengernyitkan dahi, aneh deh pokoknya. Dari segi cerita sih cukup wajar menurutku, kan kayak dongeng gitu. Tapi karakter-karakternya cukup manusiawi lah. Ada juga adegan yang kayak film horror gitu. Aku kan nonton ini sendirian ya, jadi tiba-tiba ngeri sendiri, soalnya aku kira kan yang creepy-creepy aja film nya (kalo diliat dari trailer nya sih), bukan yang ada hantu gitu (eh, bener kan hantu itu lebih ke scary daripada creepy? -,-)


Menurut aku salah satu yang menarik dari film ini adalah keturunan keluarga Collins yang disfungsional itu. Ada Elizabeth (Michelle Pfeiffer) dan anak remajanya yang cukup pemberontak, Carolyn (Chloe Moretz). Ada juga Roger, adiknya Elizabeth yang playboy padahal punya anak kecil, David, yang masih gak terima kalo ibunya meninggal. Selain itu dirumah itu juga tinggal psikiater nya David, Dr. Julia Hoffman (Helena Bonham Carter, yang hampir selalu ada di film-film nya Tim Burton, bini nya soalnya, haha. Untung akting nya bagus); guru barunya David, Victoria Winters; dan dua pembantu yang terdiri dari 'pemuda' ketus bernama Willie dan seorang nenek yang lucu :D


Aku tertarik sama keluarga-keluarga yang nggak biasa sih. Hehehe. Tingkah mereka suka aneh-aneh lucu gitu. Tapi masih lebih aneh si Barnabas, karena dia kan berasal dari 2 abad yang lalu ya, jadi perkataan dia suka jadul dan sopan banget, udah gitu dia suka ga ngerti sama hal-hal pada masa tahun 70an itu jadinya lucu juga :D Si Barnabas juga jatuh cinta sama Victoria, yang mirip sama pacarnya dulu yang dibunuh sama Angelique. Tapi menurutku chemistry mereka berdua kurang ditunjukin deh.

Dan si Barnabas ini walaupun nggak terlihat seperti orang baik, ternyata dia baik juga dan sayang banget sama keluarganya. Walaupun keluarga juauh banget ya (beda 200 tahun gitu... -_-"). Eh trus ya, ending nya itu mengingatkan aku sama Twilight Saga.... Hihihihi.


Aku nggak terlalu ngeh sama budaya dan nuansa tahun 70an, jadi nggak tau juga deh film ini menggambarkan tahun 70an dengan baik atau nggak. Tapi ada kelompok hippie gitu so I guess that's a bit of seventies nya lah yaa. Overall, gak jadi film favoritku tapi buat hiburan lumayan seru juga kok. Happy sunday ya semuanyaa! :D

1 comments:

Linda Zunialvi said... [Reply to comment]

Novi punya kasetnya, kan? Pinjeeeeem. Hahaha. ;p

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...